Sabtu, 13 Desember 2014

Tanya Hati

Kata sebuah mimpi yang selalu terbesit d idalam neuron dan sel-sel saraf di kepala ini. Mengapa hal tersebut harus dicari? Kalau dulu sewaktu masa sekolah kesuksesan selalu digambarkan dengan harta yang berlimpah. Namun saya kembali bertanya dalam hati tentang ajaran agama yang pernah saya dapat dari para pahlawan surga. Untuk apa sebenarnya hidup di dunia? Uangkah? Jabatan kah? Atau hanya sekedar mengejar kesenangan pribadi belaka? Sungguh logika terbuka, namun perasaan menutup proses logika ini. Kembali membuka, lagi-lagi tertutup sedikit oleh hal-hal lain diluar perencaan yang terjadi.
                Kembali bertanya, menelisik hati kemana tanggung jawab setelah dunia  ini. Apakah surgawi ataukah siksaan diri. Yang tebaiklah yang ingin manusia dapati yaitu surgawi. Namun kembali berbisik dalam diri sendiri, apakah ilmu yang kau dapati dapat dinanti untuk kebermanfaatan didunia dan akhirat nanti? Dulu sebelum saya masuk kuliah guru agama saya sebagai malaikat surgawi nanti, pernah mengatakan bahwa tidak senang jika anak-anaknya menempuh dan mencari ilmu duniawi. Buat apa? Apa ada manfaatnya untuk kehidupan setelah dunia ini?
                Iya, betul memang pertanyaan itu? Namun apakah ilmu agama yang tak pernah diamalkan juga akan dinanti buahnya di surgawi nanti? Belum mesti juga. Ada seseorang yang pernah kujumpai bahwa hidup harus seimbang agar saling menopang, tidak kelebihan beban sebelah sisi manapun. Bekal duniawi dan akhirat sama-sama pentingnya, ketika keduanya saling diamalkan dan diaplikasikan. Dunia semakin maju peradabannya lebih-lebih teknologi dan informasi, perlulah untuk senantiasa menyeimbangkan keduanya agar tak terjebak dalam satu sisi yang menenggelamkan diri.
                Namun sekali lagi saya juga msih terus menanyai diri sendiri sudahkah seimbang bekal hidup di sini dan setelah dunia ini? Tentu hanya diri sendiri yang akan menjawab pertanyaan ini, dan mungkin susah jika harus mengetikkan huruf demi huruf dalam tulisan ini. Sekali lagi kita berharap ridho Illahi selalu dan setiap saat hadir dan dinanti.

Rabu, 26 November 2014

Merindukan Rumah

Malam ini rasanya saya benar-benar homesick. Apakah terlalu memendam banyak beban batin, atau karena yang lain. Yang jelas saya simpulkan lebih ke batin. Sudah dua bulan aku tak pulang kerumah. Bukan semata-mata karena tugas kuliah, namun juga karena aku memilih dunia baru yang iklimnya bukan hanya bersenang-senang saja, namun disitu banyak saling berbagi ilmu dan arti kesolitan sebagai teman. Susah bersama senang bersama. Aku suka hal itu.

Rumah, menjadi impianku saat ini. Rindu kepada bapak-ibuku dan kedua adikku yang satu imot yang satunya lagi imut. Kepada bapak ibuku, maaf sekali bukan berarti aku tidak mengemban tanggung jawab yang telah engkau amanahkan untuk menuntut ilmu disini dengan baik. Aku juga berusaha agar akademikku selalu baik pak, buk. Saya berjanji dua tahun lagi engkau akan tersenyum bagaia di wisuda sarjanaku sebagai sarjana pendidikan. Kepada kedua adikku, kalian jagoanku yang selalu kubanggakan dan kuharapkan. Berharap kalian memiliki prestasi dan kelebihan yang lebih tinggi dibandingkan kakakmu ini. Meskipun saya sendiri tidak mau mempungkiri bahwa prestasiku buruk. Aku akan membuat kalian bangga kepada kakamu. Sebaliknya kakak juga berharap kepada kalian dan menunggu prestasi terbaik kalian.

Bapak ibuku dan adikku, mereka adalah sahabat sejatiku dalam keluarga. Bapak ibuku yang selalu mensuportku baik moril maupun materiil. Adikku alif sebagai kakak kedua, kamu semangatku menyelesaikan studiku dan kebangkitanku. Adikku Ayu, adik imut, kamu semangatku saat aku mulai malas, membayangkan wajahmu, bahwa kakak memiliki tanggung jawab setelah bapak ibu mungkin tak kuat lagi untuk bekerja membiayai segala kebuutuhan adikku kecil.

Kakak mencoba menjadi anak sulung yang baik untuk panutan buat kalian. Kakak sayang kalian, kakak peduli terhadap kelanjutan pendidikan kalian. Bukan berarti setiap pulang ke rumah memarahi kalian untuk belajar adalah tanda tidak sayang. Namun itu bentuk kasih sayang dan perhatian kakak agar adik-adik cantikku mencapai suksesnya dengan sangat baik.

Rumah adalah tempat dimana segala kemanjaanku aku keluarkan, kemalasan tambah diraja lelakan, namun rumah adalah sumber motivasi dan relaksasi bagi jiwa batinku.
Love you my family.

Selasa, 25 November 2014

Audiensi

Beda dalam hal usia, namun kita tak ingin beda dalam iklim peradaban mahasiswa. yap.. Fakultas Ekonomi masih sangat muda umurnya, daripada Fakultas Seberang kiri jalan FMIPA kalau di Unnes. saya dan teman-teman BEM lainnya selasa 25 november pukul 18:30 melakukan silaturahmi bareng di FMIPA. berharap dapat memetik ilmu dan saling sharing antara BEM FMIPA dan FE.

berjalan dari seberang kanan jalan menuju FMIPA dengan suasana mendung dan hampir saja titik air tak kuat menahan untuk segera menjatuhkan dirinya. titik air sebagai rahmat akan segera membasahi tanah-tanah merah disekitar kampus Unnes. tidak lama berjalan, kurang lebih lima menit dari PKM FE, tibalah saya dan kawan-kawan BEM di mushola untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah. setelah selesai melaksanakan kewajiban langsung saja,  kami menuju ruangan D3 ruang kuliah fisika. meskipun dari pihak FMIPA sedikit keburu-buru dan belum siap untuk segala persiapannya, namun tak mengurangi semangat kawan-kawan FE menimba ilmu dari BEM FMIPA yang lebih tua dari FE, yaitu sekitar 49 tahun FMIPA berdiri. sedangkan FE baru 8 tahun.

penyampaian sedikit mengenai BEM FMIPA dan FE oleh masing-masing gubernur, yaitu mas chafid rohman dan kak aan ikhsananto. selanjutnya dikembalikan ke masing-masing departemen untuk sharing bareng dan berbagi pengalaman serta program kerja. sudah pastinya saya ingin menguak sisi departemen saya dan FMIPA sendiri yaitu PSDM. progja yang saya pegang EFL (economic future Leader), kalau di FMIPA SKETSA. bagaimana perbandingannya? ya, bebelum EFL ada, saya sudah mengakui sistematika organisasi di BEM FMIPA. kalau boleh berpendapat, FMIPA struktur organisasinya lebih rapi dan berjenjang. dari progjanya saja ada tingkatan dan jenjengnya.

berhubung saya adalah ketua pengurus EFL, maka saya akan menuliskan apa yang ada di EFL. EFL sendiri baru berdiri 2014 ini. ada dua sekolah dalam kepengurusan satu periode. why? iya karena awalnya saya berpikir lebih efektifnya ada disemester genap sebagai wadah pengenalan dunia aktivis kepada mahasiswa baru FE. bukan berarti saya meniru, namun lebih untuk memposisikan EFL yang baik untuk diminati calon aktivis sebelum mereka masuk dunia aktivis yang sebenarnya.

banyak sekali yang ditanyakan oleh para fungsionaris dari FMIPA, terutama keberadaan EFL sendiri. kalau di FMIPA, SKETSA sebagai wadah utama dalam pengkaderan aktivis yang nantinya akan masuk ke LK atau BSO. namun berbeda dengan EFL, awalnya untuk mewadahi para mahasiswa yang tidak diterima dalam LK dan BSO. 

namun di kepengurusan saya, saya inginnya ada disemester ganjil, berharapnya seperti SKETSA. seorang aktivis apalagi mahasiswa baru perlu dikenalkan bagaimana itu dunia aktivis. dari segi materi sebenarnya saya juga ingin memasukkan materi apa yang diajarkan di SKETSA, di EFL juga diajarkan.

sekali lagi bukan berarti saya meniru, tapi mencoba menerapkan progam yang berhasil di lain sekolah, mengapa kita tidak belajardan ikut menerapkan. bukankah Indonesia juga banyak belajar dari negara lain. dari teknologi, pendidikan, dan sistem pemerintahan juga belajar dari negar-negara yang sudah terbukti berhasil menjalankan sejumlah visi baru. 

Kamis, 20 November 2014

Keren dan Kece

assalamualaikum readers, selamat malam sabtu nih...

sekarang ini saya lagi seneng-senengnya ngestalk blog-blognya orang-orang yang saya anggap dia itu keren dan kece. nah keren dan kece itu relatif readers, ini menurut pandangan saya bahwa orang keren itu identik dengan kecerdasannya baik kognitif maupun emotionalnya, yang berimbas pada akademik serta prestasi sosialnya. dan tumblr. 

bagaimana bisa saya ngestalk beliau, ya tidak salah kalau anak-anak sains dari jaman nenek moyang saya sudah terkenal jenius, bahkan kepandaiannya melebihi rata-rata orang pada umumnya. bicara yang ngestalk di tumblr, yang saya kepoin memang benar adanya dia sosok yang keren bagi saya. kenapa tidak? dia adalah mahasiswa UI dulunya yang menjabat sebagai ketua BEM FMIPA UI, ketua BEM UI, ketua apalagi ya saya lupa readers. serta dia adalah penerima beasiswa di london dalam bidang studinya. keren ngga tuh..? aku jadi ingin seperti beliau, eh bukan lagi ingin, tapi benar-benar mewujudkannya, Isyaalllah semoga Allah mengabulkan, Amin,,,,Ya Rabb

kenapa saya bisa berpikir kearah keren dan kece? ayo coba tebak..., nah jadi begini readers, setelah saya menjalankan sekolah kepemimpinan di fakultas ekonomi unnes, saya menemukan cv pembicara yang didalamnya ada alamat web pribadi. dari situlah saya intip-intip blog pembicara dalam sekolah perdana anak-anak enomic future leader yaitu kak muhammad afiff galang ristiantoro   yang menjabat sebagai menteri PSDM BEMKM Unnes. dari blog kak galang, saya nemu nama faldo maldini. nah mulai deh saya cari-cari dan osak asik nama-nama yang mirip beliau, ya faldo maldini ketemu =D. ya kemabali lagi ke topik

sedangkan kalau kece itu cara dia memandang suatu masalah yang disusun dalam kata-kata dan kebahasaannya, serta tidak ketinggalan bahwa orang keren dan kece itu identik dengan fisik, misalnya ketampanan ataupun kecantikan. ditambah pula keimanan seseorang tersebut. meskipun orang-orang tidak bisa mengukur seberapa besar keimanan seseorang, yang tahu hanyalah Allah. namun hal tersebut bisa kita tahu dari kebiasaan orang tersebut readers, hhhe =D

bicara kece dan keren, eh kebalik ...hhe,,, keren dan kece. tentu kalian para readers setia saya memiliki idola-idola yang membuat kalian semua termotivasi untuk bisa seperti dia. entah itu dari segi akademisnya yang sangat  baik, kehidupan sosialnya, kelebihannya, cara pandang idola kalian semua. siapapun itu semoga idola kalian benar-benar menginspirasi. ambil sisi baiknya readers dari beliau. buang jauh-jauh yang negatif dari beliau.


Senin, 17 November 2014

write again

Assalamualaikum reader setia saya, jumpa lagi dengan segala kekurangan tulisan saya ini. 

Reader setia saya, sebelum saya aktif di blog ini saya pernah memiliki blog salain ini. Reader bisa kok mengunjungi blog imut saya. Agak alay sih... menurut saya saat ini. tapi cerita bahagia aku reader's . kamu dapat mengunjungi situs blog saya dulu. ini dia, jreng.....jreng.....jreng......muncullah alamat blog saya dulu http://setiajoinfun.blogspot.com/. hey,,,,bagaimana dengan tampilan dan bahasa blog saya kawan. apakah alay, ataukah feminim, ataukah terserah deh mau nyebutin apa. boleh kok dikomentarin, justru saya sangat suka, karena dapat membangun diri saya dan tentunya tulisannya lebih baik...

yah,,,,mata saya sudah meredup nih reader's setia saya,,sampai jumpa di tulisan berikutnya ya. jangan segan dan bosan untuk sekedar mampir di blog saya ini, atau sekedar nangkring saja,,hhe...

Sabtu, 15 November 2014

Today

Pembaca setia blog saya, hari ini banyak pelajaran yang saya dapatkan dari organisasi yang saya naungi. Dari situlah saya mulai banyak belajar, memahami karakter orang-oarang yang terlibat didalamnya. memerhatikan setiap gerak langkahnya sampai prestasinya. Hal tersebut merupakan pembelajaran buat saya. Saya ingin mengulas masa lalu saya mengenai keputusasaan karena perbedaan disini, yang ada kaitannya dengan organisasi saya.

flasback masa SMA saat saya masih kelas X. sungguh bisa dibilang saya mersa bodoh sekali dengan keputusan yang membegokkanku setelah saat itu saya ucapkan. Jadi dulu saya, ya... biasa saja sih..,tapi saya rajin. dikelas paling tidak saya ada diposisi dua. maaf bukan berarti saya menyombongkan diri. saya juga tidak bangga kok, karena belum seberapa. Pada siang hari saat itu, ya kira-kira tahun 2010an lah, kebetulan kelas tidak ada guru. teman-teman yang tergabung dalam geng X dalam kelas keluar ke kantin saat itu, padahal ada tugas dari ibu guru. kalau tidak salah pelajaran Bahasa Indonesia. ketika guru saya masuk, menanyakan teman-teman saya yang tergabung dalam suatu geng X. nah, saya bilang saja kan mereka ke kantin, karena kejujuran itu kan baik. saat guru saya sudah keluar dan selesai mengajar yang cukup singkat, tiba-tiba mereka datang. mereka menanyakan bagaimana tadi ibu guru, apakah menanyakan mereka?

Biasa dalam kehidupan, jika, tidak semua orang itu menyukai segala sesuatu dari kita. ada-ada saja yang iri, entah menunjukkan sikap ketidaksukaan yang lain. Langsung deh, mereka menghujat, memojokkan, mengejek. Setiap saya lewat mereka itu minggir, sambil mengatakan "awas-awas anak pinter mau lewat, berikan jalan." kesayangan guru bahasa Indonesia pula.

semenjak itu saya mengambil keputusan yang dibilang sangat bodoh, sehinga membuatku tertinggal dari temen-temen sampai saat ini. terutama semester kuliah,teman-teman saya sudah semester lima, saya baru semester tiga. keputusan saya saat itu " saya ingin jadi orang biasa dengan segala kekurangan" , jadi semenjak saya naik kelas XI saya tidak pernah belajar, tidak pernah mengerjakan tugas. Hanya gara-gara mereka, saya menyia-nyiakan masa emas di akademik saya.

dari situ, bisa diambil pelajaran. jadi setiap kata-kata adalah doa. dan hal tersebut memang benar adanya. makanya pembaca setia, jangan sekali-kali pesismistis lalu melontarkan kata-kata yang merendahkan diri sendiri. nantinya reader akan menyesal seumur hidup.

 semenjak saya lulus sekolah, saya sempat berhenti satu tahun. itulah ketertinggalan saya. dari situlah saya belajar memahami kata-kata. dari apa yang kita inginkan, jangan sekali merendahkan diri sendiri, lebih-lebih seperti saya. karena kekecewaan tidak masuk perguruan tinggi negeri saya mulai membangun semangat lagi. mulai aktif belajar, banyak bertanya ke teman-teman saya yang sudah melanjutkan studi lebih cepat dari saya.

saat itulah saya menuliskan semua keinginan saya di buku diary saya. sumuanya adalah impian saya selama satu tahun mendatang, dan hal tersebut terwujud, Alhamdulillah sekali. dan sekarang saya juga belajar lebih banyak mulai ikut BP2M yaitu jurnalis, namun ditolak, ikit komunitas kewirausahaan dikampus, ditolak juga, di BEM juga ditolak, HIMA juga ditolak. jadi semester satu, dua penuh penolakan reader setia saya.

Dari pengalaman tersebut, aku berpegang teguh untuk tida tidak putus semangat. karena orang-orang berhasil tidak dilahirkan atau tercipta secara instan. harus ada proses yang mengiringi entah itu manis maupun pahit. tapi yakinlah bahwa semuanya ada hikmah dibaliknya. ada yang kita tidak ketahui, setelah itu kita menjadi tahu. banyak kawan dan teman-teman baik dan pandai.

sekarang hasilnya saya menjadi kepala sekolah kepemimpinan di fakultas ekonomi, karena saya anak ekonomi hhe,,. selanjutnya saya juga ada tanggung jawab de BEM FE yaitu magang di PPSDM BEM FE. 

untuk reader setia selalu berpikirlah positif, berpikir yang membangkitkan semangat, jangan merendahkan diri-sendiri.

Hal-hal baik tidak akan sia-sia kita lakukan, karena kita akan menikamati hasilnya nanti, seiring berjalannya waktu. jadilah seseoarang yang memegang teguh man jadda wa jadda dan man shabara zafira.

Jumat, 14 November 2014

Lahir Kembali


Setiawati, saya mahasiswa universitas negeri di Semarang tepatnya Universitas Negeri Semarang. Mengambil jurusan pendidikan ekonomi, program studi  pendidikan akuntansi. Saat masih menjadi siswa SMP dan SMA tidak pernah terpikirkan akan mengambil jurusan kependidikan. Jurusan  Manajemen dan Ilmu Ekonomi adalah yang pernah saya dambakan sejak masih usia sekolah menengah. Dari kedua jurusan tersebut, memang tidak ada keterkaitannya dengan jurusan yang pernah saya ambil dulu di SMA yaitu jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Ketertarikan saya dengan ilmu sosial sangat kuat saat akhir kelulusan. Mulai saat itulah pilihanku jatuh memilih bidang sosial yang sekarang saya tekuni.  
                                  
Kegemaran yang tidak pernah hilang adalah mendengarkan musik, hampir satu hari tak pernah lepas dengan headset. Dari bangun tidur sampai tertidur, tidak pernah bisa meninggalkan insrumen musik. Pop dan jazz genre lagu yang saya suka,serta instumental klasik, saya juga tak ketinggalan ikut terkena uforia kpop dan jpop seperti para kaum muda perempuan lainnya. Membaca adalah kegemaranku kedua. Suka dengan hal-hal yang berbau buku dan ilmiah, kegemaran yang mulai tumbuh saat menjadi siswa baru SMA. Alasannya karena kelas saya berdekatan dengan perpus sekolah saat itu. Jenis buku yang paling saya sukai adalah buku yang bercerita mengenai tokoh (seperti biografi atau otobiografi) dan fiksi dan kisah yang banyak menceritakan luar negeri, seperti Eropa, Amerika, dan Asia Timur. Muhammad Hatta, Pahlawan Proklamator yang menjadi tokoh inspiratif saya karena kegemarannya membaca buku. Dalam bukunya otobigrafi hampir seluruh dari isi cerita bukunya tidak pernah meninggalkan yang namanya buku, dan menulis di surat kabar. Dari beliaulah menulis juga terkadang menjadi kebiasaanku saat ini. Terkadang juga, saya bisa jadi blogger amatiran dadakan dalam sekejap, karena sedang terkena demam menulis.



Belajar dan berusaha keras untuk mengejar keinginan adalah cara yang biasa orang-orang lakukan. Begitu juga saya, sangat semangat dan menggebu-gebu  jika ada sesuatu keinginan, namun hilang semangat dalam seketika ketika mengalami yang namanya gagal. Contohnya ulangan harian, atau sekarang UTS. Jika suatu yang tak bisa benar-benar saya tanggkap dan diingat, pesimis adalah setan yang selalui menggelayuti. Apalagi jika tahu hasilnya semakin malas membuka kembali materi itu. Namun sangat semangat jika hal-hal dalam mata kuliah atau pelajaran mudah bagi saya, maka akan saya buka terus, meskipun tugas lainnya menunggu. Fokus saya juga berubah, menuju mata kuliah yang saya gemari. Kembali yang namanya gagal. Pernah suatu ketika, saya tidak lolos dalam seleksi masuk perguruan tinggi, berhari-hari masih saja menghayati bentuknya rasa dikecewakan keberhasilan yang tak kunjung menghampiri diriku.
Mudah terpengaruh oleh sesama teman menjadi kelemahan saya. Bermaksud menolak ajakan, tapi rasa sungkan memenuhi perasaan. Sedikit menjaga image karena faktor prestise, jika ada hal-hal yang dirasa saya sangat mempertaruhkan pribadi saya didepan orang banyak. Bisa jadi letak kepercayaan diri saya menjadi ujian saat itu.  Mengeluhkan masalah pribadi sangat jarang saya lakukan atau mengenai beban-beban studi saya. Salah satunya tidak pernah mengeluhkan kepada orang tua saya, bukan berarti tidak berani, tapi malu kepada mereka. Tentu beban mereka lebih berat dibandingkan saya pribadi.Masih belum baik dalam menyusun prioritas dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya hal-hal yang telah disusun jadwalnya menjadi berantakan dan tak karuan. 

Penggemar acara news di stasiun televisi dan talk show, namun talk show yang banyak mengusung edukatifnya. Hal yang bisa saya pentik manfaatnya adalah publik speakingnya dan pengusaan keilmuan para presenter dan penyiar berita. Najwa Sihab dalam suatu acara MetroTv dan Marbun dalam KompasTv, Serta Prabu Revolusi dalam acara pagi RajawaliTv. Sebenarnya acara Tv menarik yang patut ditonton, yaitu stasiun baru NetTv, namun masih daerah lokanya saja yang dapat menikmati.Banyak anti dengan  yang namanya sinetron, apalagi sinetron Indonesia yang episodenya sampai ribuan kali belum ada ending ceritanya. 

Sekilas tentang saya pribadi, boleh meniru kebaikan dari uraian diatas dan jangan meniru yang sekiranya tidak baik untuk ditiru. Terimakasih.

tulisan ini merupakan penugasan saat PKMMTD FE Unnes 2014

Last Post Deep Feel

Malam ini saya sempat berputus asa menghadapi sebagian masalah yang mungkin prosentasenya hanya 0,000 dari sekian masalah besar yang saya hadapi. Saya berpikir dan berkali-kali saya memilih-milih cara yang pas untuk merekrut banyaknya peserta sekolah dalam suatu organisasi yang sekarang saya naungi dan saya sebagai seorang headmaster. Inilah kali pertama saya belajar memimpin sekelompok kecil, kelompok yang harus bisa menyatukan visi-misi setiap anggota. Bukan hanya itu, sebagai seorang pemimpin saya juga harus mampu bagaimana mengontrol dan menjadi pihak penetralisir jika ada suatu konflik. Mengatur bagaimana agar semua anggota juga ikut dalam memutuskan dan menyumbangkan ide untuk menyelesaikan masalah serta menciptakan ide kreatif untuk mengubah sesuatu yang kurang dan belum ada. 

 Sungguh saya seperti bersalah karena tidak adanya pendaftar di ECONOMIC FUTURE LEADER (EFL). Disaat-saat itulah negatif thingking ku mulai muncul. Seolah salahnya selalu ada di saya. Pikiranku berlari kemana-mana menerka-nerka yang seharusnya tidak dipikiran saya. Salah satunya antara lain yaitu, bagaimana pertanggungjawabanku kepada kadep terutama PPSDM, karena saya gagal membawa organisasi yang saya naungi tidak berkembang bahkan aku membiarkan senyap tak berpenghuni. Kepada teman-teman PPSDM yang telah bekerja keras menyusun dan membentuk EFL dengan susah payah. Kepada Ketua BEM FE, dan kepada anggota BEM lainnya yang sangat berharap perkembangan baik dari sekoalh ini.

 Terkadang optimisme saya muncul dengan penuh semangat yang menggebu-gebu. Saya menilai EFL sebagai kelas eksklusif dan class internasional karena jumlah anggotanya yang sedikit. Pikiran saya membawa kearah pendidikan atau sekolah yng nantinya sangat luar biasa kesungguhan muridnya karena sangat istimewanya. Namun terkadang pikiran tak sejalan dengan kenyataan bagaimana menggerakkan semua anggota agar sejalan dengan aturan dan pikiran kita. Sungguh itulah titik perjuangannya. Akan menjadi hal mustahil jika suatu ide dan tindakan turun tangan hanya kita sendiri yang bergerak tanpa ada yang mengikuti.

 Mengatur manusia jauh lebih hati-hati ketimbang sebuah tanaman. Karena manusia bukan hanya diajar bagaimana memainkan logika, tetapi juga rasa, perasaan, dan hati yang bermuara pada ketulusan. Ibarat tanaman pupuk dan air sebagai nutrisinya, jika manusia perhatian, kasih sayang, teguran, saran itulah pupuknya agar semakin tubuh subur dan dapat berbuah yang kelak dapat bermanfaat bagi orang lain.

 Dalam benak saya wajar jika saya terkadang mengeluh, bagaimana, dan apa yang harus saya lakukan. Namun saya juga berpikir dan mencoba menjalani untuk mengurangi keluhan. Karena terkadang yang diajak untuk mendengarkan keluhan kita, malah jauh lebih besar masalahnya. Dia mampu untuk berusaha menyelesaikannya tanpa harus berkeluh kesah mengenai masalahnya. Hanya sesekali mungkin meminta saran. Dan saya lebih senang menyampaikan masalah dengan Allah yang Maha Bijaksana dan Pemberi Solusi terbaik untuk setiap masalah. Saya selalu menyemangati diriku untuk kuat dengan semua masalahku.

 Dan kini aku tersadarkan itulah proses sebuah pendewasaan seorang manusia yang dilahirkan sebagai seorang pemimpin. Lewat perantara kakak-kakak senior di BEM, itulah solusi yang diberikan oleh Allah. 

Sekarang aku percaya dan selalu berkata: hei maasalah besar aku memiliki Allah yang Maha besar yang mampu membesarkan nyaliku menghadapimu. Kini kutantang dirimu wahai masalah untuk datang kepada ku biarlah aku selasaikan semua itu.

Rabu, 24 September 2014

Estetika Cat dan Warna

Siang yang tidak tampak panas, mendung sedikit menyapa kemarau kali ini. Langkahku tertuju di bangunan sederhana, namun di tempat tersebut menyimpan orang-orang yang nanti siap keluar mengubah dunia menjadi berwarna. Menuangkan berbagai warna tinta dan cat yang dipadu-padankan dengan warna-warna lainnya, sehingga membentuk keseimbangan isi yang ada dalam lukisan itu. Aku juga tak mau ketinggalan untuk menggoreskan kuas ajaib berisi cat dan tinta, ikut melukiskan apa yang ada dipikiranku menciptakan suatu estiteka gambar yang harmoni dan serasi.

Senyum-senyum mereka terasa mengejutkan, namun itu luar biasa. Aku menduga itu sebuah keheranan. Tapi tidak menutup kemungkinan senyuman sambutan memberi dukungan. Mendorong untuk ikut berkumpul bersama mereka berbagi cat dan warna tinta demi sebuah lukisan yang menawan, namun masih jauh dari kesempurnaan.

Ya, harus berani menuangkan cat-cat itu kedalam kanvas. Namun sebelumnya aku takut akan kesalahan dalam memadukan warna-warna itu agar sensasi estetikanya muncul. Namun bisikan sebelahku yang selama satu tahun ini menemaniku dan mendukung langkahku membawa kanvas dan cat untuk kutuangkan dalam kanvas putih. Bisikannya terus memberi energi positiif. Satu lagi suara selalu megenggamkan tangannya petunjuk dukungannya. Bukti itu semangat yang tersirat dalam lukisan orang-orang yang sibuk beradu argumen, menyusun teori yang menguatkan argumen orang-orang sibuk itu.Beradu argumen bukan suatu yang buruk, baik asalkan terarah pada tujuan yang benar. Asalkan tidak untuk kepentingan satu diri.

Sebelum mencoret-coret kanvas berbagai pertayaan disuguhkan di hadapanku untuk kumakan lalu kumuntahkan lagi dalam bentuk sari-sari jawaban namun bernutrisi. Tiga kali aku makan pertanyaan, beda pula menu dan jawabannya. Aku merasa pencernaanku masih kuat untuk mencerna pertanyaan itu lalu diproses menjadi energi penopang aktivitasku. Selesailah ditempat ketiga, aku suka dengan tempat ketiga yang banyak rasa warna seperti gejolak di dunia mengenai penguasa. Namun aku lebih suka harmonisasi ilmu-ilmu, motivasi, dorongan-dorongan positif untuk kusuapkan kepada para semua orang yang butuh nutrisi ilmu yang bergizi.

Dentingan jarum jam masih menunjukkan waktu yang masih belum keluar kepastian. Optimisme makananku yang selalu kucipta sendiri. Menerka-nerka yang terbaik dan indah yang dapat dilihat dan dinikmati orang banyak, menghibur, dan memulihkan jiwa mereka yang lelah, lalu menyuapkan energi untuk kembali bergerak dalam suatu aksi. Menciptakan metode dan alat paling mutakhir, namun masih menggunakan dasar-dasar teori yang dulu untuk menemukan suatu hubungan yang mungkin terputus atau yang dapat ditambahi tali agar semakin kuat.

Masih saja menunggu waktu yang belum keluar kepastian, masih teringat mengenai rasa pertanyaan. Aku lupa apa rasanya, sambil menatap dinding yang berwarna dasar krem, baru aku sedikit mengingat. Tapi aku tak sadar dengan ketidaktahuanku seolah menggambarkan kebodohan yang semu, terlihat namun tak jelas untuk dilihat. Kebodohan yang semu itu menimbulkan rasa malu, sungguh kepekaanku mengenai hal sekitar perlu dirapikan, distimulus dengan rasa-rasa tajam untuk menumbuhkan kepekaan. Terkadang hal sepele bisa jadi bumerang yang menenggelamkan. Iya, kalau bisa berenang dan selamat sampai darata?. Jika tidak, lantas minta pertolongan siapa? Masih beruntung ada orang melihat lalu dinaikkannya tubuh lemah kedaratan. Diobatinya dengan teguran dan saran agar kembali nyata dan jelas kepiwaian serta kepadaian itu.


Writing The Dream

13 September 2014 pukul 1:49 WIB

Setelah memasuki semester baru yaitu semester ganjil yaitu semester tiga, banyak hal yang mungkin belum saya tuliskan disini. Dalam tulisan ini saya akan mengulas mengenai kejadian yang telah saya lewati dua minggu yang lalu.

Sebagai seorang mahasiswa tentunya setiap individu ini memiliki cita-cita, mimpi , resolusi yang menjadi target selama perkulihan yang berjalan selama kira-kira empat tahun.

Saya sangat percaya mimpi jika dituliskan akan menjadi kekuatan untuk bisa mewujudkannya dan prosentase terwujudnya akan lebih banyak. Tentu tidak hanya menuliskan mimpi, namun harus disertai tindakan (real doing) disertai dengan doa. Saya semenjak masuk perguruan tinggi menjadi semangat menuliskan setiap keinginan saya. Alasannya cukup mudah untuk saya jawab, karena mimpi yang dulu saya tuliskan saat saya masih SMA benar-banar terwujud satu perasatu. Bagaimana melukiskan setiap mimpi, ataupun kejadian itu menjadi motivasi dan dapat mengeluarkan ide kreatif.
Sampai sekarang pun buku harian saya dulu masih tersimpan rapi. Saya suka menulis semenjak kelas tiga SMA. Berawal dari seorang teman yang biasa menuliskan cerpen dan puisi, disitulah aku berpikir mengapa aku tidak mengabadikan setiap kejadian, baik itu sedih atau bahagia. Siapa tahu kelak bermanfaat bagi orang lain ataupun orang-orang terdekat kita. Dari kesukaan menulisku tersebut, saya menjadi rajin berkunjung ke perpustakaan untuk sekedar membaca ataupun meminjam buku. Biasanya saya lebih suka meminjam karena durasi membacanya lebih lama. Tidak dipungkiri saat inipun aku masih gemar membaca, namun intens membacaku kurang dan tidak berkualitas. Saya sadar jika saya seorang mahasiswa yang harusnya merubah porsi bacaan dari yang fiksi ke buku yang berbau ilmiah.

Inspirasiku gemar membaca dan semakin suka dengan bidang yang saya geluti adalah dari buku wakil presiden pertama Mohammad Hatta. Bahkan aku memiliki koleksi buku mengenai Mohammad Hatta dari sahabatku sebagai kado ulang tahunku.

Membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Karena keduanya saling berkaitan. Bagaimana tidak? Jika kita membaca tentu kita akan menangkap setiap pesan yang tersirat dalam buku, dari setiap pesan tersebut pastinya ada keinginan untuk menuliskannya dan untuk dituliskan kembali sebagai kata pengingat atau motivasi. Bahkan diera modern ini kita langsung memposting dalam sosial media, dengan anggapan orang-orang akan membaca dan termotivasi.
Jadi apa salahnya kita meluangkan waktu untuk sekedar membaca, bagi yang belum terbiasa  membaca mungkin bisa dicoba dengan cara membaca komik ataupun bacaan ringan. Menyisihkan sedikit uang dari anggran pulsa bulanan juga bisa. Percaya dengan membaca pardigma kita akan terbuka dan semakin terarah.


Catatan Demokrasi

Sebuah negara yang dibangun berdasarkan perjuangan rakyat. Pemimpinpun datang dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Ironis jika pemerintah akan mengesahkan RUU Pilkada lewat perwakilan DPRD. RUU yang masih menuai pro dan kontra dipihak kalangan para petinggi politisi.

Sebagai negara dengan demokrasi terbaik dunia harusnya Indonesia mampu mempertahankan citra baik tersebut. Jika alasan pemerintah adalah karena hanya untuk menghemat anggaran negara, mengapa pemerintah tidak melakukan koreksi terhadap anggaran negara di bidang lainnya.alternatif lain bisa dicoba melihat anggaran yang sering dan rawan disalahgunakan para pemegang kekuasaan. Berapa banyak anggaran yang dikorupsi oleh para pemegang kepentingan dipemerintahan yang bisa menutupi anggaran untuk pemilihan umum. Demokrasi harusnya tidaklah disamakan dengan uang. Indonesia telah mengalami sejarah panjang mengenai demokrasi, dari pertama kali merdeka sampai era reformasi saat ini. Menghiatan demokrasi pernah dialami Indonesia. Orde lama dan orde baru harusnya memberi banyak pelajaran mengenai makna demokrasi yang sebenarnya hingga reformasi saat ini.

Lantas apakah masyarakat hanya menjadi penonton melihat drama para parlemen dan pemerintah. Pasif dalam menentukan siapa pemimpin yang akan merubah keterbelakangan dan kekurangan di setiap daerahnya. Pemimpin seyogyanya dipilih sesuai hati rakyat. Dimana rakyat sudah mengenal karakter, rekam jejak pemimpin yang akan dipilih. Jika para sebagian para politisi tetap ngotot untuk mengesahkan RUU tersebut, bagaimana dengan makna demokrasi yang sebenarnya?

Pengalaman kelam masa lalu hendaknya menjadi pelajaran berharga. Jangan sampai bangsa Indonesia mengulang kesalahan yang sama mengenai demokrasi bagi kursi dan lobi. RUU Pilkada melalui DPRD rawan dengan tindakan KKN. Bagaimana tidak? jika RUU benar-banar diterapkan. Pemilihan kepala daerah yang masih menggunakan pemilihan langsung saja bisa direkayasa sedemikian rapinya untuk menduduki kursi sebagai kepala daerah. Demi legitemasi kekuasaan para calon pemimpin daerah dan legislatif saja rela mengucurkan dana yang tidak sedikit. Melakukan cara-cara yang tidak sportif dalam pemilihan. Suap, politik uang itulah salah dua dari contoh yang biasa kita dengar.Kita bisa menilik banyak kasus tersebut yang ditangani KPK.

Demokrasi seharusnya dijalankan sebagaimana mestinya rakyat ikut terlibat langsung dalam menentukan setiap pilihannya sesuai kehendak rakyat. Demokrasi tidaklah sama dengan uang yang bisa dirupiahkan. Kesejahteraan dan keadilan yang saat ini harus diutamakan.


Minggu, 14 September 2014

kesan perkenalan

Selamat datang para pengunjung blog saya setiawati615blogspot.com dengan judul Muda Menggelora. Alasan mengapa saya memakai judul tersebut, karena saya ingin tulisan-tulisan saya menggelora seperti semangatnya anak muda yang selalu bergelora sampai ujung dunia.

Sebelum jauh membaca tulisan-tulisan saya, saya akan memperkenalkan diri saya.Nama saya Setiawati biasa dipanggil Tia, nama yang diberikan nenek buyutku dulu. Dulu saya sempat protes kepada orang tuaku karena namaku cukup pendek, hanya terdiri dari sembilan huruf S-E-T-I-A-W-A-T-I. Sebelum memberi nama itu, ada perdebatan mengenai namaku. Pada awalnya nenek buyut saya ingin memberi nama Sulis Setiawati. Berhubung balita tetangga saya namanya Sulis Setiawati , alhasil nama saya hanya terdiri dari satu kata yaitu SETIAWATI.

 Alamat rumah saya di Desa Tlogomulyo, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah. Namun karena menempuh pendidikan di Semarang, sekarang alamatku ada di Jalan Pete Raya, Rt 04, Rw 05, Desa Sekaran,Kecamatan Gunung Pati, Kabupaten Semarang. Tetapi saya masih sering pulang ke kampung halaman saya.

 Saya sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri di Semarang yaitu Universitas Negeri Semarang. Mengambil jurusan Pendidikan Ekonomi dengan program studi Pendidikan Akuntansi. Pada awalnya saya tidak berpikir untuk menjadi seorang pengajar, karena pilihan saya saat SMA adalah menjadi seorang ekonom dan pengamat ekonomi. Namun setelah saya masuk kuliah di jurusan saya tersebut pikiran saya berubah, dari yang ingin menjadi seorang ekonom dan pengamat ekonomi kini bertambah dengan keinginanku menjadi seorang pengajar atau guru besar pakar ekonomi.

 Saya sangat tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan ekonomi dan politik, ketertarikan saya tersebut berimbas pada kebiasaan saya menonton berita ekonomi dan politik. Dari kebijakan pemerintah mengenai ekonomi, dampak ekonomi global, dan lain-lain. Sesekali saya juga menulis yang berhubungan dengan fiksi seperti, puisi, dan cerpen. Namun tulisan fiksi saya, hanya sekedar untuk menghibur diri saya atau keinginan saya untuk menulis imaginasi saya.

Itulah sekilas tentang saya, mohon maaf jika ada kekurangan atau berlebihan. Selamat membaca tulisan-tulisan saya. Tinggalkan kritik dan saran saudara di kolom komentar di tulisan saya.
Terimaksih ...


 Setiawati