Jumat, 14 November 2014

Lahir Kembali


Setiawati, saya mahasiswa universitas negeri di Semarang tepatnya Universitas Negeri Semarang. Mengambil jurusan pendidikan ekonomi, program studi  pendidikan akuntansi. Saat masih menjadi siswa SMP dan SMA tidak pernah terpikirkan akan mengambil jurusan kependidikan. Jurusan  Manajemen dan Ilmu Ekonomi adalah yang pernah saya dambakan sejak masih usia sekolah menengah. Dari kedua jurusan tersebut, memang tidak ada keterkaitannya dengan jurusan yang pernah saya ambil dulu di SMA yaitu jurusan Ilmu Pengetahuan Alam. Ketertarikan saya dengan ilmu sosial sangat kuat saat akhir kelulusan. Mulai saat itulah pilihanku jatuh memilih bidang sosial yang sekarang saya tekuni.  
                                  
Kegemaran yang tidak pernah hilang adalah mendengarkan musik, hampir satu hari tak pernah lepas dengan headset. Dari bangun tidur sampai tertidur, tidak pernah bisa meninggalkan insrumen musik. Pop dan jazz genre lagu yang saya suka,serta instumental klasik, saya juga tak ketinggalan ikut terkena uforia kpop dan jpop seperti para kaum muda perempuan lainnya. Membaca adalah kegemaranku kedua. Suka dengan hal-hal yang berbau buku dan ilmiah, kegemaran yang mulai tumbuh saat menjadi siswa baru SMA. Alasannya karena kelas saya berdekatan dengan perpus sekolah saat itu. Jenis buku yang paling saya sukai adalah buku yang bercerita mengenai tokoh (seperti biografi atau otobiografi) dan fiksi dan kisah yang banyak menceritakan luar negeri, seperti Eropa, Amerika, dan Asia Timur. Muhammad Hatta, Pahlawan Proklamator yang menjadi tokoh inspiratif saya karena kegemarannya membaca buku. Dalam bukunya otobigrafi hampir seluruh dari isi cerita bukunya tidak pernah meninggalkan yang namanya buku, dan menulis di surat kabar. Dari beliaulah menulis juga terkadang menjadi kebiasaanku saat ini. Terkadang juga, saya bisa jadi blogger amatiran dadakan dalam sekejap, karena sedang terkena demam menulis.



Belajar dan berusaha keras untuk mengejar keinginan adalah cara yang biasa orang-orang lakukan. Begitu juga saya, sangat semangat dan menggebu-gebu  jika ada sesuatu keinginan, namun hilang semangat dalam seketika ketika mengalami yang namanya gagal. Contohnya ulangan harian, atau sekarang UTS. Jika suatu yang tak bisa benar-benar saya tanggkap dan diingat, pesimis adalah setan yang selalui menggelayuti. Apalagi jika tahu hasilnya semakin malas membuka kembali materi itu. Namun sangat semangat jika hal-hal dalam mata kuliah atau pelajaran mudah bagi saya, maka akan saya buka terus, meskipun tugas lainnya menunggu. Fokus saya juga berubah, menuju mata kuliah yang saya gemari. Kembali yang namanya gagal. Pernah suatu ketika, saya tidak lolos dalam seleksi masuk perguruan tinggi, berhari-hari masih saja menghayati bentuknya rasa dikecewakan keberhasilan yang tak kunjung menghampiri diriku.
Mudah terpengaruh oleh sesama teman menjadi kelemahan saya. Bermaksud menolak ajakan, tapi rasa sungkan memenuhi perasaan. Sedikit menjaga image karena faktor prestise, jika ada hal-hal yang dirasa saya sangat mempertaruhkan pribadi saya didepan orang banyak. Bisa jadi letak kepercayaan diri saya menjadi ujian saat itu.  Mengeluhkan masalah pribadi sangat jarang saya lakukan atau mengenai beban-beban studi saya. Salah satunya tidak pernah mengeluhkan kepada orang tua saya, bukan berarti tidak berani, tapi malu kepada mereka. Tentu beban mereka lebih berat dibandingkan saya pribadi.Masih belum baik dalam menyusun prioritas dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya hal-hal yang telah disusun jadwalnya menjadi berantakan dan tak karuan. 

Penggemar acara news di stasiun televisi dan talk show, namun talk show yang banyak mengusung edukatifnya. Hal yang bisa saya pentik manfaatnya adalah publik speakingnya dan pengusaan keilmuan para presenter dan penyiar berita. Najwa Sihab dalam suatu acara MetroTv dan Marbun dalam KompasTv, Serta Prabu Revolusi dalam acara pagi RajawaliTv. Sebenarnya acara Tv menarik yang patut ditonton, yaitu stasiun baru NetTv, namun masih daerah lokanya saja yang dapat menikmati.Banyak anti dengan  yang namanya sinetron, apalagi sinetron Indonesia yang episodenya sampai ribuan kali belum ada ending ceritanya. 

Sekilas tentang saya pribadi, boleh meniru kebaikan dari uraian diatas dan jangan meniru yang sekiranya tidak baik untuk ditiru. Terimakasih.

tulisan ini merupakan penugasan saat PKMMTD FE Unnes 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar