Jumat, 27 Februari 2015

Kecewa Hal Biasa untukyang Luar Biasa


Bersamaan dengan hujan kurelakan menunggu. Menunggu kabar gembira dan sekaligus objek kegembiraan. Sebelum hujan kulawan terik panas siang hari. Hampir pukul 11:30 berjubel dengan kendaraan besar lainnya di jalanan, menembus macet dan bau asap kendaraan, serta debu dan asap hitam akibat hempasan mesin-mesin kendaraan. Bersama dengan hujan aku menunggu. Kakak yang mengiyakan dan yang paling cepat respon membalas pesan yang kukirimkan. Aku dalam hati sangat senang, karena setelah sekian orang yang kuhubungi dan yang kumintai kejelasan hanyalah beliau yang menyanggupi. Tengah hari setelah sholat jumat, aku lancarkan lagi dengan sms si kakak tinggkat yang lebih memiliki pengalaman suatu forum yang akan saya ikuti. Setelah beberapa menit dari pesan terakhir yang akan menemui di Pusat Kegiatan Mahasiswa FE, ternyata si kakak mengirimkan pesan pendek yang isinya adalah tidak bisa membantuku memberikan satu syarat pokok aku mengikuti forum itu. Dari hari pertama di buka, usaha mendapatkan rekomendasi pertolongan sudah dilancarkan. Beberapa kali aku diskusi dengan temanku di wadah itu. Disarankan banyak mengenainya. Hampir di hari kemarin aku patah semangat, bangkit lagi karena ada satu orang yang bersedia. Namun tidak seperti yang saya harapkan. Mungkin ini belum kesempatanku untuk mengikuti sesuatu yang sangat berharga pelajarannya, karena banyak hal dan ilmu baru yang akan di kupaskan. Hanya ada satu harapan yang tertuju pada satu orang. Namun lagi-lagi aku menunggu, karena beliau sedang melakukan safari ilmu di perguruan ibukota sana. Semoga sebelum hari penutupan aku berhasil mendapatkannya, meskipun presentasi keberhasilannya aku mengkira-kira tidak lebih dari 50 %. Tak apalah, lebih baik mencoba dan gagal dari pada tidak mencoba sama sekali karena takut gagal. Option tulisan sesaat menjelang mengikuti FIM ke 17. Semangat semester satu untuk ikut di semester tiga mungkin tertunda. Dan semoga jika Allah menghendaki bisa berpartisipasi di periode berikutnya, namun sekarang semangat untuk ikut seleksinya.

Bicara Chanel Berita


Televisi, setiap membuka chanel pada waktu berita-berita di televisi saling memberikan informasi kepada seluruh negeri ini, ada yang unik sejak kemunculan gerakan koalisi pada masing-masing pendukung pada pemilu tahun lalu.
Setiap nama chanel televisi saling beradu kebenaran dan berargumen, seperti saya di tulisan ini. Terkadang saya merasa kesal sendiri dengan berita yang saling memihak, dan membenarkan salah satu pihak ataupun menambahkan dan mengurangi dari unsur kebenaran itu sendiri.
Misalnya chanel A selalu menampilkan berita yang menyudutkan tokoh ini karena rival dari pendukung pemilik stasiun televisi itu sendiri. Dan sebaliknya memuji-muji yang sangat berlebihan bagi pemilik stasiun televisi karena yang telah terjun di dunia politik yang saat ini banyak terjadi .
Benar dan baik sekali seseorang mau terjun dunia politik, karena saling berlomba dalam mengabdikan dirinya ke masyarakat dan bangsa, tetapi aneh juga jika seringnya menanyakan setiap aktivitas kelompok politik itu, di lebih-lebihkan, ya tidak masalah sebetulnya. Tetapi perlu diingat lagi bahwa menyampaikan informasi harus benar benar memihak kepada kenyataan dan fakta asli yang terjadi tanpa ditutupi dengan kemasan bahasa yang mendayu-dayu. Sehingga masyarakat ikut terhasut oleh pemberitaan yang tidaklah benar.
Media berita adalah salah satu tempat edukasi bagi masyarakat luar, entah itu orang tua ataupun anak-anak juga menonton. Nah sekarang, banyak berita yang informasinya simpang siur terutama mengenai hal politik dan hukum yang saat ini menghiasi setiap layar kaca televisi di negeri ini.
Sekali lagi media berita haruslah benar-banar dalam posisi netral yang tidaklah merugikan salah satu pihak. Perlu mengangkat kebenaran yang nyata terjadi dengan kemasan bahasa yang tidak menimbulkan persepsi lain selain objek asli dalam berita itu .

Percakapan Putri Maple di Email

Gambar :pixshark.com 


Tia  : hai maple, apakabarmu disana? Pastinya kau sangat baik bukan? 

Maple: hai tia, aku disini sangat baik untuk sementara ini. Bagaimana dengan dirimu disana, yang kata orang-orang yang mengunjungiku negerinya sangat indah bukan? 

Tia  : aku juga sangat baik map, hhe….iya bisa saja kau memuji negeriku. Aku pun belum sepenuhnya melihat keindahannya disini map. 

Maple : Tia, kapan kamu mau mengunjingiku. Ini pas sekali saat rambutku indah banget, mahkotaku banyak sekali yang suka. Tapi,aku lihat-lihat kamu kok ngga ada sendiri diantara orang-orang yang sering kesini. 

Tia  : iya map, akupun juga ingin melihat wajah aslimu bagaimana? Pastinya sangat cantik bukan? Aku ingin mengunjungimu saat nanti bersama teman setiamu di musim dingin map, bagaimana masih sabarkah kamu menungguku? 

Maple: apa kamu tidak takut jika bertemu bersama temanku itu, yang mungkin kamu belum terbiasa bertemu dia, apalagi negeri mu tidak ada teman seperti dia. Akupun takut kamu akan lari ketika kamu datang saat musim dingin karena aku selalu mendekati si dingin itu. Karena aku tinggal tubuh yang menjulang dan ranting-ranting yang tanpa mahkota, tak secantik mahkota yang ada di foto profilku setiap pesan masuk emailmu. 

Tia  : justru itu daya tarikmu maple, aku sudah terlalu bosan melihat keindahan mahkota yang selalu kau kirimkan di emailku. Aku tak pernah melihat darimu bagaimana kamu berhadapan dengan tekanan, apakah kecantikanmu berubah, apakah kamu merasa sedih dan tersiksa karena setiap tahun kamu harus menghadapi temanmu itu. 

Maple: Ya Allah„ bagaimana dengan jalan pikiranmu sih tia? Orang-orang lebih senang saat mahkotaku mulai memunculkan warna terindahku. Tapi kamu malah ingin melihat ku saat semua sudah tinggal ranting saja? 

Tia  : iya maple kamu lebih indah saat musim dingin temanmu itu datang, tak bisa juga dipungkiri saat semipun kamu lebih indah. Aku senang dengan caritamu dengan empat musim temanmu. Nanti ya maple pada akhirnya aku akan bertemu denganmu. Melihat keceriaanmu meskipun ada diantara musim teman mu itu, kamu tidak menyukainya. Aku akan mengabadikan dalam jepretan dengan kamera sederhanaku dan akan ku sandingkan dirimu bersama temanku, namanya diary. Pastinya kamu kan suka maple cantik. 

Maple: wah„ Iyakah ? Segera tia, aku sudah tak sabar melihat senyummu dihadapanku. Berfoto ria denganmu disisiku, dibawah rindangnya mahkotaku dan hangatnya temanku si matahari. Sampai jumpa tia, salam dari teman-temanku putri maple. Mereka menunggumu disini menanyakan cerita indah darinya negeri yang indah itu. 

Tia  : Amin, semoga lekas terwujud ya Maple. Sampai jumpa lagi di emailmu berikutnya ya. Aku harus melanjutkan aktivitasku untuk segera bisa bertemu denganmu :-D. Bersambung