Sabtu, 13 Desember 2014

Tanya Hati

Kata sebuah mimpi yang selalu terbesit d idalam neuron dan sel-sel saraf di kepala ini. Mengapa hal tersebut harus dicari? Kalau dulu sewaktu masa sekolah kesuksesan selalu digambarkan dengan harta yang berlimpah. Namun saya kembali bertanya dalam hati tentang ajaran agama yang pernah saya dapat dari para pahlawan surga. Untuk apa sebenarnya hidup di dunia? Uangkah? Jabatan kah? Atau hanya sekedar mengejar kesenangan pribadi belaka? Sungguh logika terbuka, namun perasaan menutup proses logika ini. Kembali membuka, lagi-lagi tertutup sedikit oleh hal-hal lain diluar perencaan yang terjadi.
                Kembali bertanya, menelisik hati kemana tanggung jawab setelah dunia  ini. Apakah surgawi ataukah siksaan diri. Yang tebaiklah yang ingin manusia dapati yaitu surgawi. Namun kembali berbisik dalam diri sendiri, apakah ilmu yang kau dapati dapat dinanti untuk kebermanfaatan didunia dan akhirat nanti? Dulu sebelum saya masuk kuliah guru agama saya sebagai malaikat surgawi nanti, pernah mengatakan bahwa tidak senang jika anak-anaknya menempuh dan mencari ilmu duniawi. Buat apa? Apa ada manfaatnya untuk kehidupan setelah dunia ini?
                Iya, betul memang pertanyaan itu? Namun apakah ilmu agama yang tak pernah diamalkan juga akan dinanti buahnya di surgawi nanti? Belum mesti juga. Ada seseorang yang pernah kujumpai bahwa hidup harus seimbang agar saling menopang, tidak kelebihan beban sebelah sisi manapun. Bekal duniawi dan akhirat sama-sama pentingnya, ketika keduanya saling diamalkan dan diaplikasikan. Dunia semakin maju peradabannya lebih-lebih teknologi dan informasi, perlulah untuk senantiasa menyeimbangkan keduanya agar tak terjebak dalam satu sisi yang menenggelamkan diri.
                Namun sekali lagi saya juga msih terus menanyai diri sendiri sudahkah seimbang bekal hidup di sini dan setelah dunia ini? Tentu hanya diri sendiri yang akan menjawab pertanyaan ini, dan mungkin susah jika harus mengetikkan huruf demi huruf dalam tulisan ini. Sekali lagi kita berharap ridho Illahi selalu dan setiap saat hadir dan dinanti.