Malam ini rasanya saya
benar-benar homesick. Apakah terlalu memendam banyak beban batin, atau karena
yang lain. Yang jelas saya simpulkan lebih ke batin. Sudah dua bulan aku tak
pulang kerumah. Bukan semata-mata karena tugas kuliah, namun juga karena aku
memilih dunia baru yang iklimnya bukan hanya bersenang-senang saja, namun
disitu banyak saling berbagi ilmu dan arti kesolitan sebagai teman. Susah bersama
senang bersama. Aku suka hal itu.
Rumah, menjadi impianku saat ini.
Rindu kepada bapak-ibuku dan kedua adikku yang satu imot yang satunya lagi
imut. Kepada bapak ibuku, maaf sekali bukan berarti aku tidak mengemban
tanggung jawab yang telah engkau amanahkan untuk menuntut ilmu disini dengan
baik. Aku juga berusaha agar akademikku selalu baik pak, buk. Saya berjanji dua
tahun lagi engkau akan tersenyum bagaia di wisuda sarjanaku sebagai sarjana
pendidikan. Kepada kedua adikku, kalian jagoanku yang selalu kubanggakan dan
kuharapkan. Berharap kalian memiliki prestasi dan kelebihan yang lebih tinggi
dibandingkan kakakmu ini. Meskipun saya sendiri tidak mau mempungkiri bahwa
prestasiku buruk. Aku akan membuat kalian bangga kepada kakamu. Sebaliknya kakak
juga berharap kepada kalian dan menunggu prestasi terbaik kalian.
Bapak ibuku dan adikku, mereka
adalah sahabat sejatiku dalam keluarga. Bapak ibuku yang selalu mensuportku
baik moril maupun materiil. Adikku alif sebagai kakak kedua, kamu semangatku
menyelesaikan studiku dan kebangkitanku. Adikku Ayu, adik imut, kamu semangatku
saat aku mulai malas, membayangkan wajahmu, bahwa kakak memiliki tanggung jawab
setelah bapak ibu mungkin tak kuat lagi untuk bekerja membiayai segala
kebuutuhan adikku kecil.
Kakak mencoba menjadi anak sulung
yang baik untuk panutan buat kalian. Kakak sayang kalian, kakak peduli terhadap
kelanjutan pendidikan kalian. Bukan berarti setiap pulang ke rumah memarahi
kalian untuk belajar adalah tanda tidak sayang. Namun itu bentuk kasih sayang
dan perhatian kakak agar adik-adik cantikku mencapai suksesnya dengan sangat
baik.
Rumah adalah tempat dimana segala
kemanjaanku aku keluarkan, kemalasan tambah diraja lelakan, namun rumah adalah
sumber motivasi dan relaksasi bagi jiwa batinku.
Love you my family.
