Rabu, 26 November 2014

Merindukan Rumah

Malam ini rasanya saya benar-benar homesick. Apakah terlalu memendam banyak beban batin, atau karena yang lain. Yang jelas saya simpulkan lebih ke batin. Sudah dua bulan aku tak pulang kerumah. Bukan semata-mata karena tugas kuliah, namun juga karena aku memilih dunia baru yang iklimnya bukan hanya bersenang-senang saja, namun disitu banyak saling berbagi ilmu dan arti kesolitan sebagai teman. Susah bersama senang bersama. Aku suka hal itu.

Rumah, menjadi impianku saat ini. Rindu kepada bapak-ibuku dan kedua adikku yang satu imot yang satunya lagi imut. Kepada bapak ibuku, maaf sekali bukan berarti aku tidak mengemban tanggung jawab yang telah engkau amanahkan untuk menuntut ilmu disini dengan baik. Aku juga berusaha agar akademikku selalu baik pak, buk. Saya berjanji dua tahun lagi engkau akan tersenyum bagaia di wisuda sarjanaku sebagai sarjana pendidikan. Kepada kedua adikku, kalian jagoanku yang selalu kubanggakan dan kuharapkan. Berharap kalian memiliki prestasi dan kelebihan yang lebih tinggi dibandingkan kakakmu ini. Meskipun saya sendiri tidak mau mempungkiri bahwa prestasiku buruk. Aku akan membuat kalian bangga kepada kakamu. Sebaliknya kakak juga berharap kepada kalian dan menunggu prestasi terbaik kalian.

Bapak ibuku dan adikku, mereka adalah sahabat sejatiku dalam keluarga. Bapak ibuku yang selalu mensuportku baik moril maupun materiil. Adikku alif sebagai kakak kedua, kamu semangatku menyelesaikan studiku dan kebangkitanku. Adikku Ayu, adik imut, kamu semangatku saat aku mulai malas, membayangkan wajahmu, bahwa kakak memiliki tanggung jawab setelah bapak ibu mungkin tak kuat lagi untuk bekerja membiayai segala kebuutuhan adikku kecil.

Kakak mencoba menjadi anak sulung yang baik untuk panutan buat kalian. Kakak sayang kalian, kakak peduli terhadap kelanjutan pendidikan kalian. Bukan berarti setiap pulang ke rumah memarahi kalian untuk belajar adalah tanda tidak sayang. Namun itu bentuk kasih sayang dan perhatian kakak agar adik-adik cantikku mencapai suksesnya dengan sangat baik.

Rumah adalah tempat dimana segala kemanjaanku aku keluarkan, kemalasan tambah diraja lelakan, namun rumah adalah sumber motivasi dan relaksasi bagi jiwa batinku.
Love you my family.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar