Selasa, 25 November 2014

Audiensi

Beda dalam hal usia, namun kita tak ingin beda dalam iklim peradaban mahasiswa. yap.. Fakultas Ekonomi masih sangat muda umurnya, daripada Fakultas Seberang kiri jalan FMIPA kalau di Unnes. saya dan teman-teman BEM lainnya selasa 25 november pukul 18:30 melakukan silaturahmi bareng di FMIPA. berharap dapat memetik ilmu dan saling sharing antara BEM FMIPA dan FE.

berjalan dari seberang kanan jalan menuju FMIPA dengan suasana mendung dan hampir saja titik air tak kuat menahan untuk segera menjatuhkan dirinya. titik air sebagai rahmat akan segera membasahi tanah-tanah merah disekitar kampus Unnes. tidak lama berjalan, kurang lebih lima menit dari PKM FE, tibalah saya dan kawan-kawan BEM di mushola untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah. setelah selesai melaksanakan kewajiban langsung saja,  kami menuju ruangan D3 ruang kuliah fisika. meskipun dari pihak FMIPA sedikit keburu-buru dan belum siap untuk segala persiapannya, namun tak mengurangi semangat kawan-kawan FE menimba ilmu dari BEM FMIPA yang lebih tua dari FE, yaitu sekitar 49 tahun FMIPA berdiri. sedangkan FE baru 8 tahun.

penyampaian sedikit mengenai BEM FMIPA dan FE oleh masing-masing gubernur, yaitu mas chafid rohman dan kak aan ikhsananto. selanjutnya dikembalikan ke masing-masing departemen untuk sharing bareng dan berbagi pengalaman serta program kerja. sudah pastinya saya ingin menguak sisi departemen saya dan FMIPA sendiri yaitu PSDM. progja yang saya pegang EFL (economic future Leader), kalau di FMIPA SKETSA. bagaimana perbandingannya? ya, bebelum EFL ada, saya sudah mengakui sistematika organisasi di BEM FMIPA. kalau boleh berpendapat, FMIPA struktur organisasinya lebih rapi dan berjenjang. dari progjanya saja ada tingkatan dan jenjengnya.

berhubung saya adalah ketua pengurus EFL, maka saya akan menuliskan apa yang ada di EFL. EFL sendiri baru berdiri 2014 ini. ada dua sekolah dalam kepengurusan satu periode. why? iya karena awalnya saya berpikir lebih efektifnya ada disemester genap sebagai wadah pengenalan dunia aktivis kepada mahasiswa baru FE. bukan berarti saya meniru, namun lebih untuk memposisikan EFL yang baik untuk diminati calon aktivis sebelum mereka masuk dunia aktivis yang sebenarnya.

banyak sekali yang ditanyakan oleh para fungsionaris dari FMIPA, terutama keberadaan EFL sendiri. kalau di FMIPA, SKETSA sebagai wadah utama dalam pengkaderan aktivis yang nantinya akan masuk ke LK atau BSO. namun berbeda dengan EFL, awalnya untuk mewadahi para mahasiswa yang tidak diterima dalam LK dan BSO. 

namun di kepengurusan saya, saya inginnya ada disemester ganjil, berharapnya seperti SKETSA. seorang aktivis apalagi mahasiswa baru perlu dikenalkan bagaimana itu dunia aktivis. dari segi materi sebenarnya saya juga ingin memasukkan materi apa yang diajarkan di SKETSA, di EFL juga diajarkan.

sekali lagi bukan berarti saya meniru, tapi mencoba menerapkan progam yang berhasil di lain sekolah, mengapa kita tidak belajardan ikut menerapkan. bukankah Indonesia juga banyak belajar dari negara lain. dari teknologi, pendidikan, dan sistem pemerintahan juga belajar dari negar-negara yang sudah terbukti berhasil menjalankan sejumlah visi baru. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar