Televisi, setiap membuka chanel pada waktu berita-berita di televisi saling memberikan informasi kepada seluruh negeri ini, ada yang unik sejak kemunculan gerakan koalisi pada masing-masing pendukung pada pemilu tahun lalu.
Setiap nama chanel televisi saling beradu kebenaran dan berargumen, seperti saya di tulisan ini. Terkadang saya merasa kesal sendiri dengan berita yang saling memihak, dan membenarkan salah satu pihak ataupun menambahkan dan mengurangi dari unsur kebenaran itu sendiri.
Misalnya chanel A selalu menampilkan berita yang menyudutkan tokoh ini karena rival dari pendukung pemilik stasiun televisi itu sendiri. Dan sebaliknya memuji-muji yang sangat berlebihan bagi pemilik stasiun televisi karena yang telah terjun di dunia politik yang saat ini banyak terjadi .
Benar dan baik sekali seseorang mau terjun dunia politik, karena saling berlomba dalam mengabdikan dirinya ke masyarakat dan bangsa, tetapi aneh juga jika seringnya menanyakan setiap aktivitas kelompok politik itu, di lebih-lebihkan, ya tidak masalah sebetulnya. Tetapi perlu diingat lagi bahwa menyampaikan informasi harus benar benar memihak kepada kenyataan dan fakta asli yang terjadi tanpa ditutupi dengan kemasan bahasa yang mendayu-dayu. Sehingga masyarakat ikut terhasut oleh pemberitaan yang tidaklah benar.
Media berita adalah salah satu tempat edukasi bagi masyarakat luar, entah itu orang tua ataupun anak-anak juga menonton. Nah sekarang, banyak berita yang informasinya simpang siur terutama mengenai hal politik dan hukum yang saat ini menghiasi setiap layar kaca televisi di negeri ini.
Sekali lagi media berita haruslah benar-banar dalam posisi netral yang tidaklah merugikan salah satu pihak. Perlu mengangkat kebenaran yang nyata terjadi dengan kemasan bahasa yang tidak menimbulkan persepsi lain selain objek asli dalam berita itu .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar