Sebuah
negara yang dibangun berdasarkan perjuangan rakyat. Pemimpinpun datang dari
rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat. Ironis jika pemerintah akan mengesahkan RUU
Pilkada lewat perwakilan DPRD. RUU yang masih menuai pro dan kontra dipihak
kalangan para petinggi politisi.
Sebagai
negara dengan demokrasi terbaik dunia harusnya Indonesia mampu mempertahankan
citra baik tersebut. Jika alasan pemerintah adalah karena hanya untuk menghemat
anggaran negara, mengapa pemerintah tidak melakukan koreksi terhadap anggaran
negara di bidang lainnya.alternatif lain bisa dicoba melihat anggaran yang
sering dan rawan disalahgunakan para pemegang kekuasaan. Berapa banyak anggaran
yang dikorupsi oleh para pemegang kepentingan dipemerintahan yang bisa menutupi
anggaran untuk pemilihan umum. Demokrasi harusnya tidaklah disamakan dengan
uang. Indonesia telah mengalami sejarah panjang mengenai demokrasi, dari
pertama kali merdeka sampai era reformasi saat ini. Menghiatan demokrasi pernah
dialami Indonesia. Orde lama dan orde baru harusnya memberi banyak pelajaran
mengenai makna demokrasi yang sebenarnya hingga reformasi saat ini.
Lantas
apakah masyarakat hanya menjadi penonton melihat drama para parlemen dan
pemerintah. Pasif dalam menentukan siapa pemimpin yang akan merubah
keterbelakangan dan kekurangan di setiap daerahnya. Pemimpin seyogyanya dipilih
sesuai hati rakyat. Dimana rakyat sudah mengenal karakter, rekam jejak pemimpin
yang akan dipilih. Jika para sebagian para politisi tetap ngotot untuk
mengesahkan RUU tersebut, bagaimana dengan makna demokrasi yang sebenarnya?
Pengalaman
kelam masa lalu hendaknya menjadi pelajaran berharga. Jangan sampai bangsa
Indonesia mengulang kesalahan yang sama mengenai demokrasi bagi kursi dan lobi.
RUU Pilkada melalui DPRD rawan dengan tindakan KKN. Bagaimana tidak? jika RUU
benar-banar diterapkan. Pemilihan kepala daerah yang masih menggunakan
pemilihan langsung saja bisa direkayasa sedemikian rapinya untuk menduduki
kursi sebagai kepala daerah. Demi legitemasi kekuasaan para calon pemimpin
daerah dan legislatif saja rela mengucurkan dana yang tidak sedikit. Melakukan
cara-cara yang tidak sportif dalam pemilihan. Suap, politik uang itulah salah
dua dari contoh yang biasa kita dengar.Kita bisa menilik banyak kasus tersebut
yang ditangani KPK.
Demokrasi
seharusnya dijalankan sebagaimana mestinya rakyat ikut terlibat langsung dalam
menentukan setiap pilihannya sesuai kehendak rakyat. Demokrasi tidaklah sama
dengan uang yang bisa dirupiahkan. Kesejahteraan dan keadilan yang saat ini
harus diutamakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar