Senin, 05 Januari 2015

September yang terlupakan

13 September 2014 pukul 1:49 WIB

Setelah memasuki semester baru yaitu semester ganjil yaitu semester tiga, banyak hal yang mungkin belum saya tuliskan disini. Dalam tulisan ini saya akan mengulas mengenai kejadian yang telah saya lewati dua minggu yang lalu.
Sebagai seorang mahasiswa tentunya setiap individu ini memiliki cita-cita, mimpi , resolusi yang menjadi target selama perkulihan yang berjalan selama kira-kira empat tahun, kalau bisa tiga setengah tahun.

Saya sangat percaya mimpi jika dituliskan akan menjadi kekuatan untuk bisa mewujudkannya dan prosentase terwujudnya akan lebih banyak. Tentu tidak hanya menuliskan mimpi, namun harus disertai tindakan (real doing) disertai dengan doa. Saya semenjak masuk perguruan tinggi menjadi semangat menuliskan setiap keinginan saya. Alasannya cukup mudah untuk saya jawab, karena mimpi yang dulu saya tuliskan saat saya masih SMA benar-banar terwujud satu perasatu. Bagaimana melukiskan setiap mimpi, ataupun kejadian itu menjadi motivasi dan dapat mengeluarkan ide kreatif.
Sampai sekarang pun buku harian saya dulu masih tersimpan rapi. Saya suka menulis semenjak kelas tiga SMA. Berawal dari seorang teman yang biasa menuliskan cerpen dan puisi, disitulah aku berpikir mengapa aku tidak mengabadikan setiap kejadian, baik itu sedih atau bahagia. Siapa tahu kelak bermanfaat bagi orang lain ataupun orang-orang terdekat kita. Dari kesukaan menulisku tersebut, saya menjadi rajin berkunjung ke perpustakaan untuk sekedar membaca ataupun meminjam buku. Biasanya saya lebih suka meminjam karena durasi membacanya lebih lama. Tidak dipungkiri saat inipun aku masih gemar membaca, namun intens membacaku kurang dan tidak berkualitas. Saya sadar jika saya seorang mahasiswa yang harusnya merubah porsi bacaan dari yang fiksi ke buku yang berbau ilmiah.

Inspirasiku gemar membaca dan semakin suka dengan bidang yang saya geluti adalah dari buku wakil presiden pertama Mohammad Hatta. Bahkan aku memiliki koleksi buku mengenai Mohammad Hatta dari sahabatku sebagai kado ulang tahunku.

Membaca dan menulis adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Karena keduanya saling berkaitan. Bagaimana tidak? Jika kita membaca tentu kita akan menangkap setiap pesan yang tersirat dalam buku, dari setiap pesan tersebut pastinya ada keinginan untuk menuliskannya dan untuk dituliskan kembali sebagai kata pengingat atau motivasi. Bahkan diera modern ini kita langsung memposting dalam sosial media, dengan anggapan orang-orang akan membaca dan termotivasi.

Jadi apa salahnya kita meluangkan waktu untuk sekedar membaca, bagi yang belum terbiasa  membaca mungkin bisa dicoba dengan cara membaca komik ataupun bacaan ringan. Menyisihkan sedikit uang dari anggran pulsa bulanan juga bisa. Percaya dengan membaca pardigma kita akan terbuaka dan semakin terarah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar