13 September 2014 pukul
1:49 WIB
Setelah memasuki semester
baru yaitu semester ganjil yaitu semester tiga, banyak hal yang mungkin belum
saya tuliskan disini. Dalam tulisan ini saya akan mengulas mengenai kejadian
yang telah saya lewati dua minggu yang lalu.
Sebagai seorang
mahasiswa tentunya setiap individu ini memiliki cita-cita, mimpi , resolusi
yang menjadi target selama perkulihan yang berjalan selama kira-kira empat
tahun, kalau bisa tiga setengah tahun.
Saya sangat percaya
mimpi jika dituliskan akan menjadi kekuatan untuk bisa mewujudkannya dan
prosentase terwujudnya akan lebih banyak. Tentu tidak hanya menuliskan mimpi,
namun harus disertai tindakan (real doing) disertai dengan doa. Saya semenjak
masuk perguruan tinggi menjadi semangat menuliskan setiap keinginan saya.
Alasannya cukup mudah untuk saya jawab, karena mimpi yang dulu saya tuliskan
saat saya masih SMA benar-banar terwujud satu perasatu. Bagaimana melukiskan
setiap mimpi, ataupun kejadian itu menjadi motivasi dan dapat mengeluarkan ide kreatif.
Sampai sekarang pun
buku harian saya dulu masih tersimpan rapi. Saya suka menulis semenjak kelas
tiga SMA. Berawal dari seorang teman yang biasa menuliskan cerpen dan puisi,
disitulah aku berpikir mengapa aku tidak mengabadikan setiap kejadian, baik itu
sedih atau bahagia. Siapa tahu kelak bermanfaat bagi orang lain ataupun
orang-orang terdekat kita. Dari kesukaan menulisku tersebut, saya menjadi rajin
berkunjung ke perpustakaan untuk sekedar membaca ataupun meminjam buku.
Biasanya saya lebih suka meminjam karena durasi membacanya lebih lama. Tidak
dipungkiri saat inipun aku masih gemar membaca, namun intens membacaku kurang
dan tidak berkualitas. Saya sadar jika saya seorang mahasiswa yang harusnya
merubah porsi bacaan dari yang fiksi ke buku yang berbau ilmiah.
Inspirasiku gemar
membaca dan semakin suka dengan bidang yang saya geluti adalah dari buku wakil
presiden pertama Mohammad Hatta. Bahkan aku memiliki koleksi buku mengenai
Mohammad Hatta dari sahabatku sebagai kado ulang tahunku.
Membaca dan menulis
adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Karena keduanya saling berkaitan.
Bagaimana tidak? Jika kita membaca tentu kita akan menangkap setiap pesan yang
tersirat dalam buku, dari setiap pesan tersebut pastinya ada keinginan untuk
menuliskannya dan untuk dituliskan kembali sebagai kata pengingat atau
motivasi. Bahkan diera modern ini kita langsung memposting dalam sosial media,
dengan anggapan orang-orang akan membaca dan termotivasi.
Jadi apa salahnya kita
meluangkan waktu untuk sekedar membaca, bagi yang belum terbiasa membaca mungkin bisa dicoba dengan cara
membaca komik ataupun bacaan ringan. Menyisihkan sedikit uang dari anggran
pulsa bulanan juga bisa. Percaya dengan membaca pardigma kita akan terbuaka dan
semakin terarah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar