Metamorfosa
tidak selalu berjalan dengan mulus, tanpa ada hambatan dan gangguan. Dalam
hidup, saya selalu mengaitkan hidup ini bagai metamorfosis seekor kupu-kupu.
Hal yang paling saya sukai saat menulis esai. Cobalah lihat setiap fase-fase
perubahannya, mulai dari seekor ulat, bertelur, lalu menetaskan telur-telur
menjadi banyak ulat. Selanjutnya sang induk mengalami fase, dimana sudah
saatnya untuk menjadi sebuah kepompong yang lama bertapa didalamnya. Nah, dari
situlah kepompong mengalami fase tersulitnya. Dimana kepompong nanti diharapkan
menjadi sebuah kupu-kupu indah. Jika tidak ada yang menggangu bahkan dimakan
sang predator tentu fasenya sangat lancar. Namun jika ditempat ia
menggantungkan kepompong tempat ia bertapa banyak hal yang dapat mempengaruhi
keindahan sayap-sayapnya.
Belajar selama nyawa masih melekat di raga. Raga masih mampu bergerak. Tidak terbatas kemana, karena sejatinya hidup ini adalah pembelajaran.
Senin, 05 Januari 2015
Metamorfosa
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar